"Dan sungguh, akan Kmi berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang bila ditimpa musibah. Mereke mengucapkan 'Inna Ilaihi wa Inna Ilaihi Raji'uun'. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna, dan rahmat dari Allah, dan mereka itulah yang mendapat petunjuk." (QS. Al Baqarah: 155-157)
Oleh karena itu, segala permasalahan hidup di dunia hanyalah cobaan yang datang dari Allah. Untuk menguji, siapa saja yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Kita harus tegar menghadapi segala musibah, karena disitulah titik keimanan kita diuji. Ingatlah, Allah SWT tidak pernah menguji seseorang diluar batas kemampuan orang tersebut. Pamannya SpiderMan pernah bilang "Kekuatan yang besar, membutuhkan tanggung jawab yang besar". Anggap saja kita manusia super buatan Allah yang memiliki super power tersembunyi, sehingga Allah memberikan cobaan kita dengan memikul tanggung jawab yang besar pula. Hingga suatu saat akan ada pemberian dari Allah yang tak terduga kepada kita. That's PAHALA and at last is Heaven which unthinkable, if we patient my friend...
"Alangkah mengagumkan keadaan seorang mukmin, karena semua urusannya itu baik baginya. Bila ia ditimpa kebahagiaan, dan ia bersyukur, sehingga itu menjadi kebaikan baginya. Dan bila ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu menjadi kebaikan pula baginya." (HR.Muslim)
Hadist ini punya tujuan agar kita tak lupa bersyukur, dan tersenyum saat menghadapi musibah. Alangkah indahnya Islam. All prise to Allah, my lord of Alamin...
Wednesday, August 6, 2008
Life's Purpose
Hidup adalah sebuah karya,
dai suatu harapan dan cita-cita.
Karya hidup akan selalu dikenang dan terus mengalir,
meskipun empunya telah tiada.
Karya hidup yang mulia adalah suatu pahala,
bagaikan pohon abadi yang akan senantiasa,
berbuah dan memberi bibit-bibit kehidupan,
bagi generasi penerusnya.
Warnailah hidupmu dengan cita-cita agung,
yang berasal dari sebuah harapan mulia.
Karena semua itu tiada akan sia-sia,
Allah akan membalasnya.
Jadikanlah cita-cita dan harapan mulia sebagai nafasmu,
dan setiap hembusannya,
jadikan untuk mewujudkan impianmu.
Hidup berawal dari sebuah tujuan dari impian,
hidup tanpa tujuan adalah hampa.
impian...
tak hancur meskipun winter,
tak lekang meskipun summer,
Always dream and pray to next life,
and keep positive thinking forever.
dai suatu harapan dan cita-cita.
Karya hidup akan selalu dikenang dan terus mengalir,
meskipun empunya telah tiada.
Karya hidup yang mulia adalah suatu pahala,
bagaikan pohon abadi yang akan senantiasa,
berbuah dan memberi bibit-bibit kehidupan,
bagi generasi penerusnya.
Warnailah hidupmu dengan cita-cita agung,
yang berasal dari sebuah harapan mulia.
Karena semua itu tiada akan sia-sia,
Allah akan membalasnya.
Jadikanlah cita-cita dan harapan mulia sebagai nafasmu,
dan setiap hembusannya,
jadikan untuk mewujudkan impianmu.
Hidup berawal dari sebuah tujuan dari impian,
hidup tanpa tujuan adalah hampa.
impian...
tak hancur meskipun winter,
tak lekang meskipun summer,
Always dream and pray to next life,
and keep positive thinking forever.
Friday, July 25, 2008
Mendekati Ujian Nasional
Hmmm...
Sekaranglah saatnya diriku merasa deg-degan dengan UN yang sekiranya akan aku tempuh. Aku yang baru saja duduk di kelas 3, ini kurang dari setahun lagi akan mengahadapi ujian penentuan yang membawa masa depanku selanjutnya. Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Sastra Indonesia, Antropologi, dan Matematika adalah 6 kewajiban yang harus lunas lebih dari 80,00! dengan rata-rata harus lebih dari 85.00! Cause, aku punya keinginan untuk mendapatkan beberapa Scholarship dari Universitas baik di dalam atau luar negeri...
Hmmm... Impian yang sangat melambung tinggi.
Seandainya saja waktu dapat diputar, mungkin aku akan berusaha lebih giat lagi untuk belajar sejak kelas 1 SD. Aku yang tak pernah serius kini risau dengan masa depan, antara melanjutkan belajar atau bekerja, atau malah dua-duanya, Amien Ya Allah. Aku hanya bisa belajar lebih giat lagi, aku berdoa pada Allah semoga aku lebih dekat kepadaNya. Aku juga ingin berdoa agar aku selalu ingat kan Dia, menghadapi hidup dan menjalaninya dengan segala keikhlasan.
Aku bangga dengan sistem pendidikan di negeriku, aku tak mau hanya bisa mencemooh segala kekurangan yang ada. Yang tidak ku banggakan hanyalah diriku yang hampir mendekati sweet seventeen belum bisa memberikan sesuatu buat Nusa dan Bangsa, bahkan Keluarga, bahkan juga diriku sendiri ini... ck ck ck...
Hidup harus terus berlanjut, dengan atau tanpa UN. Mungkin UN hanyalah segelintir ujian hidup yang harus ditempuh. Bukankah hidup tanpa ujian itu hambar. Aku hanya bisa berdoa dan berusaha, biarlah Allah yang nanti menentukan bagaimana selanjutnya. Urip iku lak ya mung saderma makarya lan nyenyuwun marang Gusti Allah ta???
Sekaranglah saatnya diriku merasa deg-degan dengan UN yang sekiranya akan aku tempuh. Aku yang baru saja duduk di kelas 3, ini kurang dari setahun lagi akan mengahadapi ujian penentuan yang membawa masa depanku selanjutnya. Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Sastra Indonesia, Antropologi, dan Matematika adalah 6 kewajiban yang harus lunas lebih dari 80,00! dengan rata-rata harus lebih dari 85.00! Cause, aku punya keinginan untuk mendapatkan beberapa Scholarship dari Universitas baik di dalam atau luar negeri...
Hmmm... Impian yang sangat melambung tinggi.
Seandainya saja waktu dapat diputar, mungkin aku akan berusaha lebih giat lagi untuk belajar sejak kelas 1 SD. Aku yang tak pernah serius kini risau dengan masa depan, antara melanjutkan belajar atau bekerja, atau malah dua-duanya, Amien Ya Allah. Aku hanya bisa belajar lebih giat lagi, aku berdoa pada Allah semoga aku lebih dekat kepadaNya. Aku juga ingin berdoa agar aku selalu ingat kan Dia, menghadapi hidup dan menjalaninya dengan segala keikhlasan.
Aku bangga dengan sistem pendidikan di negeriku, aku tak mau hanya bisa mencemooh segala kekurangan yang ada. Yang tidak ku banggakan hanyalah diriku yang hampir mendekati sweet seventeen belum bisa memberikan sesuatu buat Nusa dan Bangsa, bahkan Keluarga, bahkan juga diriku sendiri ini... ck ck ck...
Hidup harus terus berlanjut, dengan atau tanpa UN. Mungkin UN hanyalah segelintir ujian hidup yang harus ditempuh. Bukankah hidup tanpa ujian itu hambar. Aku hanya bisa berdoa dan berusaha, biarlah Allah yang nanti menentukan bagaimana selanjutnya. Urip iku lak ya mung saderma makarya lan nyenyuwun marang Gusti Allah ta???
Subscribe to:
Posts (Atom)